Ferdian Palek Akhirnya Bebas Sesudah Korbannya Mencabut Gugatan

Agen Bola Terpercaya – Seorang Youtuber Ferdian Paleka pada akhirnya bebas dari kasus video prank yang berisi sembako abal-abal kepada beberapa penduduk di Bandung. Polisi pun pada akhirnya menghentikan kasus itu.

Kepala Satreskrim Polrestabes Bandung, Ajun Komisaris Besar Galih Indragiri, sudah membenarkan bahwa Ferdian Paleka bersama dengan dua tersangka lain yaitu Tubagus Fahddinar bersama dengan Aidil sudah dibebaskan. Pembebasan Ferdian Paleka dan lainnya didasari pencabutan laporan pengaduan korban video prank itu.

“Iya, pelaku sudah berdamai dan si pelapor telah mencabut laporan kasusnya,” kata Galih di Bnadung, pada hari Kamis (04/06)

Menurut dari Galih, berhentinya kasus itu diketahui sesudah korban yang juga menjadi seorang pelapor dalam kasus video prank itu sudah menyetujui pendamaian dan memutuskan untuk mencabut laporan. Korban memutuskan untuk mecabut laporannya pada pekan yang lalu.

“Pencabutan itu menjadi dasar kami mengeluarkan para tahanan. Dikarenakan kasus ini seperti yang sudah kita ketahui bersama dalam menerapkan UU ITE Pasal 45 ayat 3. Disini yang kita sangkakan adalah masuk kedalam sebuah laporan, jadi itu sudah menjadi dasar ktia,” tutur Galih.

Agen Casino Terbaik – Dengan adanya pencabutan dari laporan itu, Galih mempastikan masalah yang menjerat Ferdian Paleka dan rekannya sudah dihentikan.”Jadi dengan dicabutnya itu pasti kita menghentikan kasusnya,” ucapnya.

DItemui secara terpisah, pengacara Ferdian dan rekannya Rohman Hidayat membenarkan pembebasan kliennya. Ferdian yang sudah dibebaskan pada siang tadi di Mapolrestabes Bandung.

“Kasusnya telah selesai dikarenakan perdamaian pelapor dan dengan si pelaku sudah berdamai. Oleh karena itu proses hukumnya telah berhenti, tersangka sudah dibebaskan,” ujar Rohman

Sebagaimana yang sudah diketahui, Ferdian Paleka bersama dengan dua rekannya didalam kasus ini dijerat ancaman hukuman selama 12 tahun penjara. Ketiganya dijerat Pasal 45 Ayat 3 UU ITE mengenai penghinaan ataupun pencemaran nama baik lewati informasi elektronik.

Berserta dua pasal tambahan yaitu Pasal 36 dan Pasal 51 Ayat 2 UU ITE No 11 pada tahun 2008, dengan ancaman hukuman 12 tahun di penjara dan denda maksimal sebesar 12 Milliar.

Visits: 205

Related posts

Leave a Comment