Drone Ambil Alih Penyemprotan! Mahasiswa Politeknik Enjinering Kementan Ikut Terjun di Lahan CSR

LIPUTANBARU.COM, Kapuas – Mahasiswa Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) mengikuti praktik penyemprotan lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) menggunakan drone pertanian di Desa Pulau Kupang, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi mahasiswa dalam pemanfaatan teknologi pertanian modern.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menyaksikan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses penyemprotan lahan berbasis drone. Teknologi ini dinilai lebih efisien dan presisi dibandingkan metode konvensional, terutama dalam aplikasi pestisida dan pupuk cair.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya percepatan modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi. Menurutnya, transformasi dari sistem tradisional menuju pertanian berbasis teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas nasional.

“Penggunaan teknologi seperti drone mampu menekan biaya operasional, mempercepat pekerjaan, serta meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja petani,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widi Arsanti, menambahkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam mendukung pertanian modern dan berkelanjutan.

Baca Juga: Seleksi Hybrid Politeknik Enjinering dimulai, Kementan Fokus Cetak SDM Pertanian Berdaya Saing Global

“Pemanfaatan teknologi harus diiringi dengan peningkatan kompetensi petani dan generasi muda, termasuk mahasiswa vokasi,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, yang menegaskan bahwa pendidikan vokasi perlu selaras dengan perkembangan teknologi di sektor pertanian. Ia menyebut praktik penggunaan drone sebagai implementasi pembelajaran berbasis teaching factory.

Direktur PEPI, Harmanto, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lapangan merupakan bagian penting dalam membentuk kompetensi teknis dan kesiapan kerja lulusan.

“Penggunaan drone pertanian diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi pengelolaan lahan,” ujarnya.

Program CSR ini juga bertujuan mendorong transfer teknologi kepada masyarakat dan generasi muda pertanian. Mahasiswa yang terlibat mengaku antusias karena memperoleh pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Kapuas serta memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan praktik lapangan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version