LIPUTANBARU.COM, Tangerang — Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) melaksanakan kunjungan pembelajaran ke Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi (BRMP Padi) Selasa (21/04/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan wawasan praktis mahasiswa di bidang pertanian modern.
Kunjungan ini bertujuan memberikan pemahaman langsung terkait penerapan teknologi mekanisasi pertanian serta pemanfaatan sarana dan prasarana yang terus berkembang. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik di lapangan.
Rombongan PEPI terdiri dari 39 mahasiswa yang didampingi oleh 7 dosen, 4 Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), serta 2 tenaga kependidikan. Selama kunjungan, peserta berkesempatan melihat secara langsung berbagai inovasi dan teknologi yang diterapkan di BRMP Padi.
Pihak BRMP Padi menyambut baik kunjungan tersebut. Kegiatan berlangsung dengan antusias, ditandai dengan diskusi aktif antara mahasiswa dan pihak balai terkait mekanisasi pertanian, mulai dari proses perakitan alat hingga modernisasi sistem budidaya padi.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Generasi muda pertanian diharapkan mampu menguasai mekanisasi dan inovasi guna meningkatkan produktivitas serta efisiensi sektor pertanian nasional.
Baca Juga: Gelar Bimtek Traktor Roda Empat, Kementan Cetak Petani Adaptif Teknologi Modern
Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas mahasiswa melalui pembelajaran lapangan menjadi kunci dalam mencetak SDM pertanian yang profesional, kompeten, dan siap menghadapi tantangan pertanian modern.
Hal serupa disampaikan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, yang menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan siap terjun ke dunia kerja.
Direktur PEPI, Harmanto, menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan bagian penting dari pembelajaran berbasis praktik. Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pemahaman teknologi mekanisasi pertanian serta meningkatkan kompetensi sebagai calon tenaga profesional.
Para dosen pendamping juga berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi kunjungan, tetapi mampu memberikan pengalaman belajar yang mendalam. Mahasiswa diharapkan dapat menyerap ilmu secara maksimal, meningkatkan keterampilan teknis, serta menumbuhkan sikap inovatif dalam pengembangan teknologi pertanian.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PEPI diharapkan memiliki wawasan yang lebih luas serta kesiapan yang lebih matang dalam menghadapi tantangan sektor pertanian modern, khususnya dalam pengembangan teknologi mekanisasi pertanian di Indonesia.(*)
