Langkah Besar Politeknik Enjiniring Pertanian! AWG Singapura Jajaki Kerja Sama Tridharma Pertanian

LIPUTANBARU.COM, Tanggerang – Agribusiness Working Group (AWG) dari Singapura melakukan kunjungan ke Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) pada Senin (27/04/2026). Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama internasional di sektor pertanian, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pengembangan inovasi teknologi pertanian.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi, mulai dari penguatan pendidikan, riset terapan, hingga pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai arahannya menegaskan bahwa pendidikan vokasi menjadi kunci dalam mencetak generasi muda pertanian yang unggul dan berdaya saing.

“Melalui pendidikan vokasi, Kementerian Pertanian melahirkan SDM yang kompetitif sebagai tenaga kerja pertanian andal sekaligus pengusaha pertanian milenial yang kreatif, inovatif, dan mampu membuka lapangan kerja,” ujarnya.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memajukan sektor pertanian nasional.

“Pertanian ke depan harus dikelola oleh generasi milenial yang mengedepankan kreativitas dan inovasi. Tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berorientasi ekspor,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menegaskan, penguatan pendidikan vokasi harus selaras dengan kebutuhan industri pertanian modern.

Baca Juga: Di Tengah Ancaman Global, Cadangan Beras RI 5 Juta Ton, DPR Angkat Topi

Ia menekankan pentingnya kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk digitalisasi dan mekanisasi pertanian, serta pembentukan karakter, kedisiplinan, dan jiwa kewirausahaan mahasiswa.

“Kolaborasi dengan mitra, baik dalam maupun luar negeri, menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, riset terapan, serta pertukaran pengetahuan,” ujarnya.

Direktur PEPI, Harmanto, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen menjadikan PEPI sebagai institusi pendidikan vokasi unggulan yang mampu mencetak SDM pertanian siap menghadapi tantangan global.

Menurutnya, penguatan kurikulum berbasis praktik, pemanfaatan teknologi pertanian modern, serta kerja sama dengan mitra strategis menjadi fokus utama dalam meningkatkan kualitas lulusan.

“Kami mendorong mahasiswa tidak hanya menjadi job seeker, tetapi juga job creator yang mampu menciptakan inovasi dan membuka peluang usaha di sektor pertanian,” ungkapnya.

Harmanto juga menambahkan bahwa kunjungan AWG Singapura ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi internasional, khususnya dalam transfer teknologi, inovasi, dan praktik terbaik di bidang agribisnis modern.

Melalui kerja sama ini, PEPI diharapkan mampu melahirkan generasi muda pertanian yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing global, sekaligus berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version