LIPUTANBARU.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) di bawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian menggelar Millennial Agriculture Forum (MAF) Volume 7 Edisi 20 secara daring, Sabtu (16/5/2026).
Mengangkat tema “Adaptasi Perubahan Iklim untuk Mendukung Ketahanan Pangan”, kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari mahasiswa, penyuluh pertanian hingga pelaku usaha tani. Selain memperoleh wawasan baru, peserta juga mendapatkan e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi partisipasi.
Forum menghadirkan narasumber Yayan Apriyana dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN serta Andri Taruna Praja, Penyuluh Pertanian Kabupaten Belitung. Keduanya membahas strategi adaptasi perubahan iklim, inovasi pertanian, serta peran penyuluh dalam menjaga produktivitas dan ketahanan pangan nasional.
Kegiatan dipandu moderator Nensi Cahaya Utami, sementara Akbar dan Amel bertindak sebagai pembawa acara yang turut memeriahkan jalannya forum.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa perubahan iklim menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian nasional sehingga diperlukan langkah adaptasi yang cepat, inovatif, dan berbasis teknologi untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan teknologi modern, digitalisasi pertanian, serta pengembangan inovasi ramah lingkungan.
Sementara itu, Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan nyata yang harus direspons melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan inovasi teknologi, dan kolaborasi lintas sektor.
“Melalui penguatan SDM pertanian dan pemanfaatan inovasi teknologi, generasi muda diharapkan mampu menghadirkan solusi pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim demi mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menambahkan bahwa pembangunan pertanian masa depan membutuhkan SDM yang unggul, adaptif, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Menurutnya, perguruan tinggi vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktik, inovasi, dan jiwa kewirausahaan di sektor pertanian.
Baca Juga: Dunia Krisis Pangan, Indonesia Justru Surplus Berkat Kerja Mentan Amran dan Tim Pertanian
Direktur PEPI, Harmanto, menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung pengembangan SDM pertanian yang profesional, inovatif, dan siap menghadapi dampak perubahan iklim.
Ia menyebut Millennial Agriculture Forum menjadi ruang strategis bagi mahasiswa dan masyarakat untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta mendorong lahirnya ide dan inovasi di sektor pertanian.
“Melalui forum ini, kami berharap generasi muda semakin termotivasi untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian yang adaptif, modern, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Harmanto.
Di tengah meningkatnya risiko cuaca ekstrem, pergeseran musim tanam, hingga ancaman penurunan produktivitas pertanian akibat perubahan iklim, adaptasi menjadi langkah penting yang harus dilakukan seluruh pelaku sektor pertanian. Penerapan teknologi pertanian modern, penggunaan varietas tahan cekaman iklim, pengelolaan air yang efisien, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
Pemerintah juga terus mendorong generasi muda, penyuluh, dan pelaku usaha tani untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap dampak perubahan iklim melalui praktik pertanian adaptif dan pemanfaatan teknologi. Upaya tersebut dinilai penting guna meminimalkan risiko gagal panen, menjaga produktivitas, serta memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah perubahan iklim yang semakin dinamis.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, akademisi, penyuluh, dan masyarakat semakin kuat dalam menciptakan solusi pertanian adaptif berbasis teknologi dan inovasi guna menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia di masa depan.(*)

