LIPUTANBARU.COM, Tanah Laut – Mahasiswa Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) yang tengah melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, memperkenalkan inovasi modifikasi pompa air berbahan bakar minyak (BBM) menjadi berbahan bakar gas. Inovasi tersebut diperagakan melalui kegiatan demonstrasi yang melibatkan anggota Brigade Pangan dan petani setempat, Rabu (24/6/2026).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa mekanisasi pertanian merupakan salah satu kunci utama dalam mewujudkan pertanian modern sekaligus mencapai target swasembada pangan berkelanjutan. Menurutnya, kemajuan teknologi mekanisasi tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
“Kalau dulu para pemuda tidak mau ke sawah, tapi sekarang banyak yang menjadi petani, sambil bawa traktor bisa menelpon. Karena itu, jika pemuda bergerak, kita optimis mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” ujar Amran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, mendorong generasi muda untuk terus melahirkan inovasi dalam mendukung pembangunan pertanian nasional.
“Kita butuh strategi-strategi baru, banyak tindakan, dan harus gigih di lapangan demi mengejar target Luas Tambah Tanam (LTT) agar potret pertanian kita terus menghijau,” tegasnya.
Sebagai implementasi semangat inovasi tersebut, PEPI menugaskan enam mahasiswa untuk mengikuti program PKL di wilayah binaan Brigade Pangan yang berada di bawah pendampingan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang. Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa didorong untuk menghasilkan inovasi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi petani dan Brigade Pangan.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah konversi pompa air irigasi dari penggunaan BBM ke bahan bakar gas. Teknologi sederhana ini diharapkan menjadi alternatif yang lebih hemat dan efisien dalam mendukung kegiatan budidaya pertanian, khususnya pada pengelolaan irigasi lahan.
Kegiatan demonstrasi berlangsung lancar dan mendapat antusiasme dari anggota Brigade Pangan serta petani yang hadir. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh wawasan baru mengenai penerapan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi usaha tani dan menekan biaya operasional.
Kepala BBPP Binuang, Andi Amal Hayat Makmur, mengapresiasi kreativitas dan inisiatif mahasiswa PEPI dalam menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.
“Kami berharap mahasiswa PEPI yang sedang melaksanakan PKL dapat meninggalkan inovasi dan pengalaman yang bermanfaat bagi Brigade Pangan maupun petani setempat setelah masa praktik berakhir,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para mahasiswa senantiasa menjaga profesionalisme serta nama baik BPPSDMP Kementerian Pertanian dan PEPI selama menjalankan kegiatan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan PKL yang berorientasi pada pemecahan masalah di lapangan, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mendukung percepatan modernisasi pertanian sekaligus memperkuat regenerasi petani menuju terwujudnya swasembada pangan nasional.(*)

