LIPUTANBARU.COM, Menurut Andi Asman, tantangan pembangunan pertanian semakin kompleks akibat perubahan iklim, perkembangan teknologi, dinamika ekonomi global, hingga meningkatnya kebutuhan pangan. Karena itu, mahasiswa vokasi pertanian dituntut memiliki kompetensi yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga adaptif, inovatif, berintegritas, dan mampu memimpin perubahan.
“Keberhasilan seseorang di masa depan tidak hanya ditentukan oleh indeks prestasi, tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, komunikasi, kreativitas, dan kemauan untuk terus berkembang,” ujarnya di hadapan sekitar 200 mahasiswa.
Ia juga mendorong mahasiswa menguasai teknologi pertanian modern, seperti digitalisasi, mekanisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta sistem informasi pertanian agar mampu menjawab tantangan sektor pertanian masa depan.
Andi Asman menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan swasembada pangan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Masa depan swasembada pangan Indonesia akan sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda yang saat ini sedang dipersiapkan melalui pendidikan vokasi pertanian,” tegasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat lahirnya sumber daya manusia unggul sekaligus penghasil inovasi yang mampu memperkuat sektor pertanian.
“Kampus adalah sumber dari sumber terbaik. Pemerintah sebagai regulator, pengusaha sebagai eksekutor. Ketiganya harus berjalan bersama karena membangun pertanian tidak bisa dilakukan dari satu sisi saja,” ujar Mentan Amran.
Mentan juga mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif melakukan riset, mengembangkan teknologi, serta mendorong hilirisasi komoditas pertanian agar hasil penelitian mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan daya saing sektor pertanian nasional.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan pertanian di masa depan.
Sementara itu, Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, R. Hermawan, mengatakan kuliah umum ini merupakan bagian dari upaya kampus memperluas wawasan mahasiswa melalui pembelajaran yang menghadirkan pemimpin daerah dan praktisi.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi teknis di bidang pertanian, tetapi juga karakter kepemimpinan, kemampuan berinovasi, serta semangat menjadi agen perubahan dalam pembangunan pertanian,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman dan motivasi yang dibagikan Bupati Bone diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan diri dan berkontribusi dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan melalui pertanian modern dan berkelanjutan.(*)

