Site icon Liputan Baru

Menunggangi CAFTA 3.0: Misi Indonesia Memburu Investasi AI dan Pasar Baru Produk UMKM di Nanning

IMG-20260918-WA0001

LIPUTANBARU.COM, NANNING, TIONGKOK — Fase baru integrasi ekonomi Tiongkok dan Asia Tenggara resmi bergulir seiring dimulainya implementasi Protokol Upgrade Kawasan Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN (CAFTA 3.0). Menandai momentum emas tersebut, Indonesia secara agresif menargetkan diversifikasi pasar ekspor baru dan kemitraan teknologi strategis berbasis Kecerdasan Buatan (AI) dalam ajang The 23rd China-ASEAN Expo (CAEXPO) 2026 di Nanning International Convention and Exhibition Center (NICEC), Guangxi, Tiongkok, yang berlangsung pada 17–21 September 2026.

Paviliun Indonesia dalam ajang bergengsi ini, dibuka dengan khidmat di Hall D. Kegiatan ini diawali dengan penampilan kolaborasi seniman Indonesia dan China yang memadukan alat musik kendang dari Jawa Barat dan perkusi China. Rampak Gendang dari empat seniman ini memukau pengunjung

Acara pembukaan dihadiri Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Guangzhou, Arianto Surojo, berdampingan dengan Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, dan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, KADIN, Andy Azhar Cakrawijaya, serta Ketua Mastel Sarwoto Atmosutarno.

Sementara perwakilan pemerintah China menghadirkan Wakil Ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, Wu Jiashi, dan Deputi Direktur Sekretariat China ASEAN Expo Tang Hongping.

Sebelumnya, CAEXPO yang mengusung tema utama “CAFTA 3.0 Opportunities, Better Life” dibuka secara resmi melalui upacara megah di ruang utama NICEC,yang dipimpin langsung oleh Wakil Perdana Menteri Pertama Tiongkok, Ding Xuexiang, serta jajaran tinggi delegasi negara-negara ASEAN. Kehadiran para pemimpin dan pejabat tinggi ini menegaskan komitmen geopolitik serta ekonomi yang solid dalam memperkuat hubungan bilateral di bawah payung CAFTA 3.0. Hadir pula Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn.

Dalam pesannya, Ding menyampaikan bahwa implementasi Protokol CAFTA 3.0 bukan sekadar pemangkasan tarif baru, melainkan lompatan besar untuk menciptakan pasar regional yang lebih terbuka, adil, dan terintegrasi secara mendalam. Tiongkok berkomitmen memfasilitasi liberalisasi perdagangan jasa dan investasi lintas batas dengan seluruh negara ASEAN.

Dalam hal AI, wakil PM Ding menyatakan: “Tiongkok siap berbagi kemajuan teknologi pintar dan arsitektur digital. Melalui inisiatif seperti AI Grand Marketplace di CAEXPO kali ini, kami ingin memastikan teknologi kecerdasan buatan dapat diadopsi secara inklusif oleh industri dan pemerintah di Asia Tenggara demi memacu efisiensi ekonomi makro.”

Menurut Konjen Arianto, ajang CAEXPO ini untuk memperkuat kerja sama Indonesia-China. Sebagai informasi tahun 2025 nilai perdagangan Indonesia China senilai 154,58 miliar dolar AS, dengan tren pertumbuhan 21 persen. Januari-Juni 2026 nilai perdagangan 100,04 miliar dolar AS. “Indonesia bukan hanya pasar tapi ekspor produk bernilai tinggi. Tegasnya, arah kedepan ekspor Indonesia tidak lagi fokus barang mentah, tapi produk hilirisasi, seperti besi, baja, feronikel, dan lain-lain,” tegas Arianto.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, partisipasi Indonesia dalam CAEXPO 2026 ini dikoordinasikan oleh Kementerian Perdagangan RI yang menunjuk PT Pandu Arjuna (PAR) Indonesia sebagai sebagai mitra pelaksana Paviliun Indonesia seluas 2.000 meter persegi di Hall D5.

Pada edisi kali ini, Indonesia menetapkan fokus partisipasinya pada Upaya mendorong penetrasi industri makanan olahan, sarang burung walet premium siap konsumsi, hingga perhiasan dan furniture.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, bersama Dit. Pengembangan Export PEN Kemendag, Deden Muhammad Fajar Shiddiq, menegaskan bahwa pergeseran ke hilirisasi bernilai tambah ini didasari oleh tren pertumbuhan nilai perdagangan bilateral yang positif.

Berdasarkan rekapitulasi resmi Ditjen PEN Kemendag, realisasi transaksi komitmen ekspor Indonesia mencatatkan fluktuasi progresif dalam lima tahun terakhir. Pada CAEXPO 2022, Indonesia membukukan transaksi sekitar US$ 54,2 juta. Angka ini bergeser tajam pada edisi 2023 dengan raihan Rp 106,45 miliar, lalu melonjak menjadi Rp 479,4 miliar pada 2024. Puncaknya terjadi pada gelaran CAEXPO 2025 lalu, di mana delegasi Indonesia sukses mencetak rekor transaksi jumbo senilai US$ 132,07 juta atau setara dengan Rp 2,17 triliun.

Wakil Ketua Umum Bidang Diplomasi Multilateral KADIN Indonesia, Andi Anzhar Cakra Wijaya, menegaskan bahwa momentum CAFTA 3.0 harus dimanfaatkan untuk memangkas tarif dan menekan hambatan non-tarif. “Implementasi perdagangan bebas fase ketiga ini membuka ruang bagi rantai pasok industri manufaktur dan UMKM kita untuk sejajar. Kami mendorong kolaborasi investasi yang memperkuat struktur industri domestik secara bilateral,” ujar Andi Anzhar di area pameran.

Daya tarik investasi kewilayahan turut diperkuat secara agresif lewat keikutsertaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (FTZ) Bintan-Karimun. Untuk memastikan kegiatan promosi investasi berjalan mulus, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, turun langsung memimpin negosiasi bilateral dan diplomasi ekonomi dengan para pemangku kepentingan serta investor asal Tiongkok guna mengoptimalkan potensi strategis FTZ di gerbang barat Indonesia tersebut.

Disrupsi Transaksi Transnasional dan Lompatan AI

Kebaruan paling fundamental dalam edisi kali ini adalah integrasi transaksi ritel transnasional dan disrupsi teknologi digital. Aksesibilitas transaksi bagi delegasi maupun pembeli asal Indonesia kini ditopang penuh oleh interkoneksi dompet digital lokal (e-wallet) yang terintegrasi dengan jaringan pemindai domestik Tiongkok melalui ekosistem Alipay+. Di saat yang sama, pameran diramaikan oleh konsep AI Supermarket yang menyuguhkan ratusan perangkat kecerdasan buatan siap pakai.

Isu kecerdasan buatan ini diadopsi secara serius oleh institusi nasional guna mengimbangi laju perkembangan ekosistem perkotaan global. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI memimpin misi penyerapan arsitektur AI yang diarahkan untuk menyusun kerangka kota pintar berkelanjutan di tanah air.

Langkah taktis Bappenas tersebut diperkuat secara sektoral oleh Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL). Ketua Umum MASTEL, Sarwoto Atmosutarno, mengungkapkan bahwa fokus utama asosiasi dalam rangkaian CAEXPO-CABIS ke-23 ini adalah menjalin kemitraan konkret dengan China-ASEAN AI Application Cooperation Center demi efisiensi biaya logistik.

“Kecerdasan buatan bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan infrastruktur inti masa depan. MASTEL berkepentingan memastikan terjadinya transfer teknologi AI lintas batas, khususnya untuk mempercepat integrasi manajemen rantai pasok logistik di pelabuhan dan kawasan industri Indonesia. Target kami adalah pemangkasan beban biaya operasional industri nasional lewat adopsi sistem cerdas ini,” papar Sarwoto.

Sinergi korporasi papan atas juga terlihat dari kehadiran PT Pertamina (Persero) yang mengawal unit-unit UMKM binaan unggulannya untuk menembus pasar global, berdampingan dengan industri manufaktur PT Maspion, juga BUMN Pelindo, serta Krakatau Sarana Infrastruktur. Langkah kolektif lintas sektoral ini diharapkan mampu mengulangi sekaligus melampaui capaian gemilang total nilai transaksi dari gelaran tahun-tahun sebelumnya.

Dihari pertama pameran, juga diwarnai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) strategis dari pelaku usaha digital nasional, PT Danadyaksa Patangga Nusantara dan Jiangsu Navston Technology/Galaxy Link yang akan mengembangkan Kerjasama untuk mengembangkan sektor infrastruktur telekomunikasi berbasis satelit N-GSO di Indonesia dan kawasan regional.(*)

Exit mobile version