LIPUTANBARU.COM, KOTA BEKASI, JAWA BARAT – Semangat membangun masyarakat yang sehat, aktif, produktif, dan berdaya terus diwujudkan oleh RW 18, Perumahan Wisma Jaya, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Salah satu langkah konkret mewujudkan Calendar of Event Wisjas 2026, salah satunya melalui pengembangan olahraga masyarakat dengan menghadirkan olahraga Pickleball sebagai aktivitas baru yang terbuka bagi seluruh lapisan warga, lintas usia dan generasi.
Melalui program Pickleball “Wisma Jaya 18 PCB”, RW 18 mengambil inisiatif untuk menjadikan olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan instrumen strategis dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat, memperkuat interaksi sosial, mengembangkan potensi generasi muda, serta menciptakan lingkungan permukiman yang sehat dan dinamis.
Program ini akan diawali dengan kegiatan Soft Launching dan Sosialisasi Pickleball pada Minggu, 8 November 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Lapangan Serbaguna RW 18, Wisma Jaya, Bekasi Timur.
Kegiatan akan mendapatkan pendampingan dari pelatih dan pemain berpengalaman sehingga masyarakat dapat mengenal, memahami, dan mempraktikkan olahraga Pickleball secara benar, menyenangkan, dan aman.
OLAHRAGA SEBAGAI GERAKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Inisiatif ini merupakan bagian dari kiprah kepengurusan RW 18 yang baru dalam menerjemahkan pembangunan masyarakat berbasis partisipasi, kolaborasi, dan pemberdayaan warga.
Olahraga ditempatkan sebagai salah satu instrumen pembangunan sosial yang memiliki dampak luas. Tidak hanya berorientasi pada kebugaran jasmani, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, sportivitas, solidaritas, kebersamaan, dan kepedulian sosial.
Dalam perspektif pembangunan masyarakat, olahraga memiliki kekuatan untuk mempertemukan berbagai kelompok usia dan latar belakang sosial dalam ruang interaksi yang positif.
Anak-anak mendapatkan ruang untuk tumbuh aktif, dinamis, dan mengembangkan kemampuan motorik. Remaja memperoleh alternatif kegiatan produktif untuk mengembangkan bakat, minat, dan prestasi. Orang tua memiliki kesempatan menjaga kesehatan, kebugaran, serta memperluas interaksi sosial.
Dengan demikian, Pickleball diharapkan berkembang menjadi gerakan olahraga masyarakat yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.
VISI: MEMBANGUN MASYARAKAT SEHAT, AKTIF, PRODUKTIF, DAN BERPRESTASI
Pengembangan olahraga di lingkungan RW 18 diarahkan pada visi:
“Mewujudkan RW 18 sebagai lingkungan masyarakat yang sehat, aktif, inklusif, sportif, dan berdaya melalui pengembangan olahraga partisipatif yang memberikan manfaat bagi seluruh warga lintas generasi.”
Visi tersebut diterjemahkan melalui lima misi strategis:
1. Membangun Budaya Hidup Sehat
Mendorong masyarakat menjadikan olahraga sebagai kebutuhan dan bagian dari gaya hidup sehari-hari.
2. Mengembangkan Olahraga Inklusif
Membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak, remaja, orang dewasa, dan kelompok lanjut usia untuk berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing.
3. Membina Generasi Muda yang Positif dan Produktif
Mengarahkan energi, kreativitas, dan potensi anak-anak serta remaja ke dalam aktivitas olahraga yang mendidik, membangun karakter, dan menjauhkan mereka dari aktivitas negatif.
4. Memperkuat Solidaritas dan Kohesi Sosial
Menjadikan olahraga sebagai media silaturahmi, interaksi lintas generasi, gotong royong, dan penguatan persatuan warga.
5. Mengembangkan Potensi dan Prestasi Olahraga
Membuka ruang pembinaan, pengenalan bakat, peningkatan keterampilan, hingga peluang mengikuti kompetisi olahraga pada tingkat yang lebih luas.
LAPANGAN SERBAGUNA: DARI SARANA FISIK MENJADI RUANG KREATIVITAS WARGA
Salah satu kekuatan penting program ini adalah optimalisasi keberadaan sarana dan prasarana Lapangan Serbaguna RW 18.
Lapangan tidak boleh hanya dipandang sebagai fasilitas fisik atau ruang terbuka yang digunakan sesekali. Lebih dari itu, lapangan harus menjadi aset sosial masyarakat yang produktif dan memberikan nilai tambah bagi kehidupan warga.
Melalui pengembangan aktivitas olahraga, Lapangan Serbaguna diharapkan bertransformasi menjadi:
– Sarana Edukasi: ruang pembelajaran olahraga, pengenalan aturan permainan, pembentukan karakter, disiplin, dan sportivitas.
– Sarana Rekreasi: ruang interaksi, hiburan sehat, dan aktivitas positif bagi keluarga.
– Sarana Kesehatan: tempat masyarakat membangun kebugaran, meningkatkan aktivitas fisik, serta menjaga kualitas hidup.
– Sarana Pembinaan Generasi Muda: ruang pengembangan bakat, minat, keterampilan, dan potensi prestasi olahraga.
– Sarana Interaksi Sosial: ruang perjumpaan dan kolaborasi yang memperkuat persaudaraan serta solidaritas warga.
– Sarana Pemberdayaan Ekonomi: peluang tumbuhnya kegiatan produktif dan usaha mikro warga melalui penyelenggaraan aktivitas olahraga dan kegiatan pendukungnya.
Dengan pendekatan tersebut, infrastruktur lingkungan tidak hanya memiliki nilai fisik, tetapi juga menghasilkan nilai sosial, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
PICKLEBALL: OLAHRAGA REKREATIF YANG MEMPERKUAT INTERAKSI ANTARGENERASI
Pemilihan Pickleball merupakan langkah untuk memperkenalkan alternatif olahraga yang relatif mudah dipelajari, menyenangkan, dan dapat dimainkan secara rekreatif oleh berbagai kelompok usia.
Perpaduan unsur permainan tenis, bulu tangkis, dan tenis meja menjadikan Pickleball memiliki karakter permainan yang menarik, interaktif, dan kompetitif.
Olahraga ini diharapkan dapat menjadi media yang mempertemukan anak-anak, remaja, orang tua, dan masyarakat secara lebih egaliter.
Di lapangan, semua memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berlatih, bermain, dan membangun kebersamaan.
Inilah nilai penting olahraga masyarakat: bukan semata-mata siapa yang menang atau kalah, melainkan bagaimana masyarakat bergerak bersama, membangun kesehatan, memperkuat hubungan sosial, dan menciptakan pengalaman positif.
RESPON KONKRET TERHADAP SEMANGAT PORPROV JAWA BARAT 2026
Pengembangan Pickleball RW 18 juga menjadi bentuk kepedulian dan apresiasi masyarakat terhadap penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026, yang turut menempatkan Kota Bekasi dalam momentum penting pembangunan dan pengembangan olahraga daerah.
Momentum tersebut perlu disambut bukan hanya melalui penyelenggaraan kompetisi dan aktivitas olahraga pada tingkat pemerintahan atau organisasi olahraga, tetapi juga melalui gerakan nyata masyarakat di lingkungan permukiman.
RW 18 ingin mengambil bagian dalam membangun budaya olahraga dari tingkat paling dasar, yaitu keluarga, lingkungan RT, dan RW.
Semangatnya sederhana tetapi strategis: ketika pemerintah mengembangkan olahraga melalui agenda besar daerah, masyarakat juga harus bergerak membangun budaya olahraga dari lingkungannya sendiri.
Dengan demikian, semangat Porprov tidak berhenti sebagai euforia penyelenggaraan sebuah perhelatan olahraga, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran hidup sehat, partisipasi masyarakat, pembinaan generasi muda, dan keberlanjutan aktivitas olahraga setelah perhelatan selesai.
Olahraga berprestasi membutuhkan fondasi olahraga masyarakat. Dan fondasi itu harus dibangun dari lingkungan terkecil.
JOKO PRIYANTO: OLAHRAGA HARUS MEMBERIKAN DAMPAK NYATA BAGI MASYARAKAT
Ketua Penyelenggara kegiatan, Joko Priyanto, yang juga menjabat sebagai Koordinator Bidang Olahraga dalam kepengurusan RW 18 periode baru, menempatkan program ini sebagai langkah awal membangun aktivitas olahraga yang lebih terarah, terorganisasi, dan berkelanjutan.
Program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan soft launching dan sosialisasi, tetapi berkembang menjadi agenda pembinaan olahraga masyarakat yang melibatkan partisipasi aktif warga.
Orientasinya adalah membangun kebiasaan olahraga, memperluas akses masyarakat terhadap aktivitas fisik yang positif, serta mengoptimalkan fasilitas lingkungan sebagai ruang kegiatan yang produktif.
Keterlibatan warga menjadi faktor utama keberhasilan program. Pengurus RW berperan sebagai fasilitator, sementara masyarakat menjadi subjek sekaligus pelaku utama dalam pengembangan kegiatan.
Dengan pola kolaborasi tersebut, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang hadir, tetapi juga dari tumbuhnya komunitas olahraga, konsistensi aktivitas, meningkatnya partisipasi lintas generasi, serta manfaat yang dirasakan masyarakat.
DARI MASYARAKAT BERGERAK MENUJU MASYARAKAT BERDAMPAK
Pada akhirnya, pengembangan Pickleball RW 18 merupakan bagian dari gagasan yang lebih besar tentang pembangunan masyarakat berbasis partisipasi dan kepedulian bersama.
Ketika anak-anak memiliki ruang bermain dan berolahraga, remaja memiliki ruang aktualisasi diri, orang tua memiliki ruang menjaga kebugaran, dan warga memiliki ruang untuk berinteraksi, maka sesungguhnya sebuah ekosistem sosial yang sehat sedang dibangun.
Gerakan ini juga mengandung pesan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar. Perubahan dapat dimulai dari inisiatif sederhana di lingkungan sendiri, sepanjang memiliki visi, dikelola secara konsisten, melibatkan masyarakat, dan memberikan manfaat nyata.
Lapangan Serbaguna RW 18 harus menjadi ruang hidup masyarakat: tempat belajar, bergerak, berolahraga, berekreasi, berkolaborasi, dan membangun masa depan bersama.
Karena masyarakat yang kuat bukan hanya masyarakat yang memiliki fasilitas, melainkan masyarakat yang mampu menghidupkan, memanfaatkan, dan mengembangkan fasilitas tersebut untuk kemaslahatan bersama.
MASYARAKAT BERGERAK, MASYARAKAT SEHAT, MASYARAKAT BERDAYA!
PICKLEBALL WISMA JAYA 18 PCB
Dari Lapangan untuk Kebersamaan. Dari Olahraga untuk Kesehatan. Dari Partisipasi untuk Pemberdayaan.
INFORMASI KEGIATAN
Nama Kegiatan: Soft Launching dan Sosialisasi Pickleball Wisma Jaya 18 PCB
Hari/Tanggal: Minggu, 8 November 2026
Waktu: Pukul 08.00 WIB – selesai
Tempat: Lapangan Serbaguna RW 18, Wisma Jaya, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Ketua Penyelenggara: Joko Priyanto
Koordinator Bidang Olahraga RW 18.
Peserta: Anak-anak, remaja, orang tua, dan masyarakat umum.
Pendampingan: Pelatih dan pemain Pickleball berpengalaman.
Pendaftaran/Informasi:
WhatsApp: 0822-2700-5818 (Santana)

