Danantara Suntik Dana ke SBN, Pengamat: Tak Berisiko, tapi Harus Lakukan Juga Investasi ke Proyek Nasional

LIPUTANBARU.COM//JAKARTA – Langkah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dengan menempatkan sebagian dananya ke dalam instrumen pasar keuangan antara lain Surat Berharga Negara (SBN) secara bisnis dianggap memang tidak memiliki risiko.

Menurut pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy, namun Danantara juga seharusnya dapat melakukan kinerja investasi ke proyek-poyek nasional yang strategis dengan pendanaan dikelolanya.

“Jadi bukan cuma mengembangkan duit dan mengokohkan finansialisasi, yakni membeli SBN tapi bayar utangnya dari uang rakyat, lalu keuntungannya hanya dinikmati segelintir pejabat saja,” ucap Noorsy, Selasa (21/10/2025).

Hal lain diungkapkan Noorsy yaitu mengenai sejauh mana tingkat kekuatan modal Danantara dalam pembiayaan investasi proyek nasional, meski telah menaruh sebagian besar dananya ke SBN.

“Dengan rencana Pak Luhut ingin membentuk family office menunjukkan besarnya potensi negara luar berinvestasi ke Indonesia. Catatan yang ada, Singapura masih paling atas dalam kekuatan modal investasi, nah apakah modal Danantara cukup kuat? Jadi ini bicara persaingan investor,” ujar Noorsy.

Noorsy mengingatkan agar Danantara terus banyak belajar agar dapat menjadi lebih baik secara kelembagaan dan kinerjanya ke depan.

Pertama, kata Noorsy, perlu banyak belajar pasal 33 UUD 1945 berkaitan dengan ekonomi kerakyatan sehingga para pejabatnya dapat menjalankan sumpah jabatan secara baik dan benar.

“Jangan hanya mengutamakan profit, tapi paling penting benefit-nya. Banyak usaha di Indonesia mementingkan profit saja. Dan ketiga, berhenti, jangan mau, jadi kepanjangan tangan asing,” ungkap Noorsy.

Diketahui Danantara memastikan menaruh sebagian dananya pada pasar keuangan, antara lain salah satunya Surat Berharga Negara (SBN).

Langkah Danantara itu dilakukan sebagai bagian strategi diversikasi untuk menjaga stabilitas serta likuiditas portofolio investasi nasional.

Melalui upaya tersebut, nantinya dana-dana yang dikelola oleh Danantara bukan semuanya terpusat untuk satu proyek strategis. Namun ada juga yang menjadi simpanan ke dalam aset yang likuid dan dapat dimanfaatkan ketika diperlukan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *