Sekjen MUI: Kampung Haji Beri Manfaat Sosial dan Perkuat Ekosistem

LIPUTANBARU.COM, Jakarta – Pemerintahan Prabowo Subianto mengagas keinginan untuk membangun Kampung Haji di Arab Saudi sebagai upaya upaya meningkatkan pelayanan kepada jamaah haji Indonesia yang jumlahnya cukup banyak di dunia.

Pemerintah menyatakan, inisiasi Kampung Haji menjadi sejarah baru sekaligus kepedulian negara terhadap kebutuhan serta pelayanan lebih baik jamaah haji di Indonesia.

Saat ini dikabarkan proses negosiasi dan lelang pengadaan lahan tengah berlangung dengan pemerintah Arab Saudi. Sebanyak 90 perusahaan besar di dunia disebut berminat ikut dalam tahap lelang.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan mengungkapkan, ada urgensi terbentuknya Kampung Haji untuk memperkuat ekosistem keungan haji.

Menurutnya, ekosistem keuangan haji adalah sistem yang kompleks melibatkan berbagai pihak dan proses dalam pengelolaan dana haji serta meningkatkan kualitas pelayanan.

Amirsyah menjelaskan, dari tujuan Kampung Haji tersebut terdapat potensi besar pertama, dana yang dikumpulkan dari jamaah dan diinvestasikan untuk membiayai penyelenggaraan haji.

Lalu kedua, Badan Pengelola Haji bertanggung jawab mengelola dana haji dan menyelenggarakan haji; ketiga, bank yang ditunjuk sebagai mitra dalam pengelolaan dana haji harus mengoptimalkan manfaat dana haji.

“keempat, asuransi haji kepada jamaah untuk melindungi dari risiko tidak terduga, dan kelima, bermanfaat untuk mengoptimalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak,” ujar Amirsyah, Minggu (30/11/2025).

Amirsyah menuturan, dari dampak sosial bahwa terbentuknya Kampung Haji memberikan manfaat sosial signifikan bagi jamaah, antara lain peningkatan kualitas hidup dengan ketersediaan fasilitas dan layanan lebih baik.

“Kampung Haji dapat menjadi komunitas yang solid dan harmonis sehingga jamaah merasa lebih nyaman dan aman. lalu ketiga, meningkatkan kesadaran spiritual dan keimanan jamaah haji; keempat, meningkatkan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat sekitar; serta kelima, menjadi simbol prestasi dan kebanggaan jamaah haji dan masyarakat sekitar,” ucap Amirsyah.

Amirsyah mengimbau agar dalam pengelolaan Kampung Haji nantinya maka penting menerapkan transparansi dan akuntabel penggunaan dana, layanan, berkualitas tinggi, dan keamanan serta keselamatan jamaah haji.

Perhatian lainnya dalam pengelolaan Kampung Haji yakni soal lingkungan hidup berkelanjutan yang bersih dan sehat, Kampung Haji menjadi komunitas yang solid dan harmonis;, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kampung Haji dirancang agar dapat memudahkan pelayanan jamaah, khususnya berusia lanjut. Kampung Haji rencananya dibangun berdekatan dengan Masjidil Haram sehingga jamaah tidak menempuh jarak yang jauh.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *