
LIPUTANBARU.COM, Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, riset, dan inovasi pertanian.
Hal tersebut diwujudkan melalui audiensi dan kunjungan kerja Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) ke BPPSDMP, Kamis (8/10/2026).
Audiensi menjadi momentum untuk menggali peluang penguatan kerja sama antara UNS dan Kementerian Pertanian dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia pertanian. Kolaborasi dapat diarahkan pada penguatan pendidikan, pelatihan, penyuluhan, pengembangan kompetensi, riset, dan inovasi pertanian, dengan mempertemukan unsur akademik dengan kebutuhan pembangunan pertanian nasional.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa perguruan tinggi merupakan mitra strategis pemerintah dalam melahirkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan sektor pertanian nasional.
“Menjadi dosen adalah pekerjaan yang mulia karena bisa menciptakan lompatan eksponensial. Dari kampus lahir inovasi, teknologi, dan generasi yang menentukan masa depan bangsa,” ujar Mentan Amran,
Menurutnya, pembangunan pertanian tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. Diperlukan sinergi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha melalui pendekatan triple helix agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Kita membutuhkan kampus, pemerintah, dan dunia usaha berjalan bersama. Hasil penelitian harus turun ke masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi petani,” katanya.
Senada dengan itu, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa kemitraan dengan kampus merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kerja sama dengan kampus menjadi langkah konkret dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Fokus utamanya adalah peningkatan kualitas SDM pertanian karena sektor ini memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian,” kata Arsanti.
Dalam audiensi, Dekan Fakultas Pertanian UNS Samanhudi menyampaikan bahwa UNS memiliki 16 Fakultas dan sejumlah program studi yang relevan dengan pembangunan pertanian dan sudah terakreditasi unggul dapat dikolaborasikan dalam meningkatkan kopetensi SDM pertanian.
Disamping itu UNS memiliki pengalaman kerja sama dengan Kementerian Pertanian sejak 2017–2020 melalui kegiatan Upsus Pajale, Siwab, dan Propaktani. Selain itu UNS juga melakukan pengembangan smart agriculture, pertanian terpadu berkelanjutan, organic farming, serta pertanian modern, sehingga memiliki potensi sebagai mitra strategis dalam pengembangan kompetensi SDM pertanian.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyampaikan terima kasih kepada UNS atas kerjasama yang telah dibangun bersama kementerian pertanian dan kedepannya akan terus bersinergi dalam mendukung peningkatan kulitas dan kopetensi SDM pertanian.
Kerja sama dengan Kementerian Pertanian dalam berbagai pengembangan inovasi pertanian menjadi modal untuk memperkuat kemitraan ke depan.
Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi penguatan kerja sama dalam pendidikan, riset, inovasi, dan pengembangan kompetensi SDM pertanian, sekaligus mendukung transformasi pertanian menuju pertanian modern dan berkelanjutan.(*)



