
LIPUTANBARU.COM, Donggala – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus memperkuat percepatan tanam guna menjaga peningkatan produksi pangan nasional dan mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Serempak Nasional yang dilaksanakan pada Jumat (12/6/2026).
Kegiatan nasional ini dipusatkan di Desa Tematana, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, dan dilaksanakan serentak di 25 provinsi pada lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2024 dan 2025 serta lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025.
Sebagai bagian dari gerakan nasional tersebut, Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) melaksanakan tanam padi serempak di Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, dengan luas areal mencapai 36 hektare. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin, didampingi Kepala Balai Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah, Ketua Kelompok Substansi, serta Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Sulawesi Tengah.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas produksi pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika global.
“Percepatan tanam dilakukan untuk menjaga momentum produksi nasional agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi serta memperkuat fondasi swasembada pangan yang berkelanjutan,” tegas Amran.
Menurutnya, seluruh lahan pertanian yang telah mendapatkan dukungan program pemerintah harus segera dimanfaatkan secara optimal agar memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pangan nasional. Semakin cepat lahan ditanami, semakin besar peluang peningkatan produksi yang dapat dicapai.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya pengawalan dan pendampingan berkelanjutan dalam setiap pelaksanaan percepatan tanam di lapangan.
“Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat. Penyuluh pertanian bersama petani menjadi ujung tombak untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan menghasilkan produksi yang optimal,” ujar Arsanti.
Ia menjelaskan, Gerakan Tanam Serempak kali ini dilaksanakan pada areal seluas 52.510 hektare yang tersebar di 25 provinsi, meliputi lahan Oplah Tahun 2024 seluas 25.200 hektare, Oplah Tahun 2025 seluas 25.170 hektare, serta lahan CSR Tahun 2025 seluas 2.140 hektare.
Menurut Arsanti, gerakan tersebut menjadi akselerator peningkatan indeks pertanaman sekaligus mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan yang telah mendapatkan intervensi program pemerintah.
“Gerakan ini mendorong petani untuk terus melakukan tanam setelah panen sehingga produktivitas lahan dan indeks pertanaman dapat meningkat, dari satu kali tanam menjadi dua hingga tiga kali tanam dalam setahun,” tambahnya.
Sementara itu, Kapusdiktan Muhammad Amin menyampaikan bahwa pelaksanaan tanam padi serempak di Kecamatan Sojol merupakan bentuk komitmen Pusdiktan dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian untuk meningkatkan luas tanam dan produksi pangan nasional.
“Tanam padi serempak di Kecamatan Sojol ini merupakan bagian dari dukungan terhadap upaya percepatan tanam yang terus didorong Kementerian Pertanian. Melalui kolaborasi seluruh pihak, kami berharap lahan-lahan produktif dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu meningkatkan produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Amin.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan lahan, tetapi juga sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal proses budidaya hingga panen.
“Percepatan tanam harus dilakukan secara berkelanjutan agar target peningkatan indeks pertanaman dan produksi pangan dapat tercapai. Dengan pendampingan yang baik, pemanfaatan teknologi pertanian, serta semangat petani di lapangan, kita optimistis swasembada pangan dapat diwujudkan,” pungkasnya.
Melalui Gerakan Tanam Serempak, Kementerian Pertanian terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif, meningkatkan indeks pertanaman, dan menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, penyuluh pertanian, petani, serta seluruh pemangku kepentingan diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan.(*)



