LIPUTANBARU.COM//LEMBANG – Dua mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia, program studi Biologi, menyelesaikan PKL selama tiga bulan di BBPP Lembang. PKL diakhiri dengan seminar hasil, Rabu (24/09/2025.) Keduanya fokus pada penelitian di bidang Hortikultura.
BBPP Lembang, sebagai UPT Kementerian Pertanian, berharap dapat memberikan pengalaman dan pemahaman bagi mahasiswa yang akan lulus kuliah dan melanjutkan karir maupun pendidikan di bidang pertanian nantinya.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, juga berharap kegiatan ini bisa turut meningkatkan produksi pangan.
“Kolaborasi yang baik diperlukan antara mahasiswa bersama petani dalam menggenjot stok pangan,” katanya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, sangat menekankan pertanian membutuhkan peranan generasi milenial.
Bahkan, ia mengajak generasi muda untuk menjadi kaya raya menjadi petani dengan jiwa wirausaha profesional.
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, juga menyambut baik kontribusi kedua mahasiswa ini.
“Kami sangat mendukung kegiatan PKL yang berorientasi pada riset. Hasil penelitian mereka tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga berpotensi memberikan solusi praktis bagi petani,” ujarnya.
Dua mahasiswa UPI yang melaksanakan PKL di BBPP Lbang adalah Risma Khoerunisa yang meneliti Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Giberelin (GA3) terhadap Aklimatisasi Tanaman Anggrek Dendrobium.
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses adaptasi bibit anggrek yang baru dipindahkan dari botol ke lingkungan luar.
Temuannya menunjukkan bahwa aplikasi GA3 dapat mempercepat pertumbuhan akar dan daun, meningkatkan tingkat keberhasilan aklimatisasi, dan pada akhirnya membantu petani anggrek untuk mendapatkan bibit yang lebih kuat.
Mahasiswa lainnya adalah Sulastri Putri Imani yang fokus pada penelitian Respon Pertumbuhan Scion Kaktus yang Berbeda terhadap Grafting pada Rootstock yang Sama.
Penelitian ini mengeksplorasi teknik penyambungan (grafting) pada kaktus hias.
Sulastri berhasil mengamati bagaimana perbedaan jenis scion (batang atas) memengaruhi keberhasilan dan laju pertumbuhan setelah disambungkan ke rootstock (batang bawah) yang sama.
Hasilnya memberikan panduan praktis bagi pembudidaya kaktus untuk memilih kombinasi yang paling efektif.
Risma Khoerunisa mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan berharga ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak dari BBPP Lembang karena telah mengizinkan kami melakukan kegiatan PKL di sini. Selama kegiatan PKL di sini, kami banyak mendapatkan ilmu baru,” ujarnya.
Senada dengan Risma, Sulastri Putri Imani menyoroti lingkungan dan bimbingan yang sangat mendukung.
“Kami juga bisa merasakan mendapatkan lingkungan yang nyaman, terus Widyaiswara-nya juga sangat baik, sangat membimbing kami dan kami juga bisa mendapatkan banyak ilmu baru. Dan juga untuk prasarananya juga sangat lengkap di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang ini,” tambah Sulastri.
Melalui penelitian-penelitian dan pengalaman langsung seperti ini, Kementan dan BBPP Lembang terus berupaya menciptakan SDM pertanian yang andal, inovatif, dan berorientasi pada teknologi, sejalan dengan visi mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. (RIS/MIR)



