LIPUTANBARU.COM, Tangerang – Dalam upaya mempercepat transformasi sektor pertanian menuju era modern, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menggelar kuliah lapang bagi kelompok tani dari Kabupaten Bogor, Rabu (15/04/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif strategis untuk meningkatkan kapasitas petani melalui pendidikan vokasi berbasis praktik yang terintegrasi dengan teknologi pertanian terbaru.
Program ini tidak hanya memperkenalkan teknologi baru, tetapi juga memberi pemahaman penerapannya dalam usaha tani sehari-hari. Peserta memperoleh gambaran lebih komprehensif tentang mekanisasi pertanian modern, mulai dari penggunaan alat mesin pertanian yang efisien hingga metode pengolahan lahan yang ramah lingkungan dan produktif.
Pelaksanaan diawali dengan sesi penyuluhan oleh dosen dan tenaga pengajar PEPI terkait inovasi teknologi pertanian, termasuk penggunaan alat dan mesin modern. Salah satu topik utama adalah sistem irigasi otomatis untuk efisiensi air, serta pemanfaatan drone untuk pemantauan dan pemetaan lahan. Peserta juga mengikuti praktik langsung agar dapat merasakan manfaat teknologi tersebut.
Di lapangan, petani diberi kesempatan mengoperasikan mesin pertanian modern seperti traktor dan alat panen otomatis yang belum banyak digunakan di daerah mereka. Pengalaman ini diharapkan mempermudah adopsi teknologi, sehingga mampu meningkatkan hasil panen dan menekan biaya operasional.
Kegiatan ini sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya pendidikan dalam mendorong transformasi pertanian melalui modernisasi.
Baca Juga: Akademisi dan Mahasiswa: Swasembada Pangan Bukan Isapan Jempol Belaka
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa penguatan pendidikan vokasi berbasis praktik menjadi kunci mencetak SDM pertanian yang kompeten dan adaptif terhadap teknologi.
“Pendidikan vokasi berbasis praktik memberikan keterampilan nyata yang bisa langsung diterapkan di lapangan. Kami berharap petani tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menggunakan teknologi secara efisien,” ujar Idha.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan petani dalam meningkatkan produktivitas.
“Kolaborasi yang erat menjadi kunci percepatan adopsi teknologi untuk efisiensi dan keberlanjutan usaha tani,” katanya.
Direktur PEPI, Harmanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen PEPI dalam memperkuat kapasitas petani menghadapi tantangan pertanian yang semakin kompleks.
“Kami menghadirkan pelatihan berbasis praktik agar teknologi yang dikembangkan di kampus bisa langsung dimanfaatkan di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan kelompok tani penting dalam percepatan modernisasi. Kelompok tani diharapkan tidak hanya menjadi wadah kerja sama, tetapi juga pusat inovasi yang mendorong adopsi teknologi.
“Kelompok tani yang solid akan menjadi motor penggerak perubahan dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di lapangan. Program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mendorong pertanian yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Peserta juga akan dilibatkan dalam pemantauan hasil penerapan teknologi, dengan fokus pada efisiensi biaya, peningkatan kualitas hasil, dan keberlanjutan lingkungan. Diharapkan, mereka dapat menjadi agen perubahan di daerah masing-masing serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani.(*)



