LIPUTANBARU.COM, Tanggerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) melaksanakan tes wawancara bagi calon mahasiswa baru gelombang pertama jalur undangan pada Selasa–Rabu, 8–9 April 2026. Sebanyak 109 peserta mengikuti tahapan ini setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi.
Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, didominasi anak petani dan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) binaan. Hal ini mencerminkan komitmen Kementerian Pertanian dalam mendorong regenerasi petani melalui jalur pendidikan vokasi.
Tes wawancara menjadi tahap krusial dalam proses seleksi. Selain menilai aspek akademik, panitia juga menggali motivasi, komitmen, kompetensi, serta kesiapan fisik dan mental peserta untuk menempuh pendidikan di bidang pertanian. Seleksi dilakukan secara hybrid, yakni melalui tatap muka langsung dan daring menggunakan Zoom, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip transparansi dan objektivitas.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan PEPI memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul dan berdaya saing global.
“Polbangtan dan PEPI adalah masa depan pertanian Indonesia. Dari sinilah akan lahir generasi petani modern yang mampu bersaing dengan negara lain,” tegas Amran.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widhi Arsanti, menekankan pentingnya pendidikan vokasi sebagai solusi dalam menjawab kebutuhan SDM pertanian yang kompeten.
Baca Juga: Politeknik Enjiniring Kementan Perkuat Kompetensi Mahasiswa melalui Pelatihan Drone Pertanian
“Pendidikan vokasi tidak hanya membekali kemampuan intelektual, tetapi juga membentuk karakter. Karakter yang kuat akan melahirkan individu yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menambahkan bahwa proses seleksi juga menitikberatkan pada aspek integritas, kedisiplinan, dan semangat juang peserta.
“Seleksi ini tidak hanya mengukur kecerdasan, tetapi juga karakter, komitmen, serta kesiapan fisik calon mahasiswa,” jelasnya.
Direktur PEPI, Harmanto, menyampaikan bahwa tahapan wawancara dan tes fisik merupakan bagian penting untuk memastikan peserta memiliki minat dan dedikasi tinggi di sektor pertanian.
“Melalui seleksi yang ketat, kami ingin menjaring kandidat terbaik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kesiapan menghadapi tantangan pertanian modern,” katanya.
Melalui rangkaian seleksi ini, PEPI menegaskan komitmennya dalam mencetak SDM pertanian unggul yang mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan sektor pertanian nasional. Dukungan penuh Kementerian Pertanian diharapkan dapat melahirkan inovator muda yang siap membawa pertanian Indonesia menuju kemajuan dan kemandirian.(*)



